Apa Itu Saham? Pengertian Saham, Contoh Saham Dan Cara Investasi Saham Bagi pemula

Pengertian saham adalah, salah satu instrument investasi, dengan kata lain pengertian saham adalah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan atau bukti penyertaan modal. Pemilik saham juga memiliki hak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.

Pengertian Saham

Saham dapat diartikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) pada suatu perusahaan atau Perseroan Terbatas. 

Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim (hak) atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Di pasar sekunder (bursa) atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. 

Permintaan dan penawaran atas suatu dipengaruhi banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik berhubungan saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut berada) maupun faktor yang sifatnya makro atau eksternal, seperti perkembangan tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar, dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik.

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

Supaya lebih paham mengenai saham, berikut ini terdapat beberapa pengertian saham menurut para ahli, yaitu:

Sri Hermuningsih

Pengertian saham adalah salah satu bentuk surat berharga yang digunakan pada perdagangan pasar modal yang sifatnya kepemilikan. Saham ini kemudian menjadi tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Irham Fahmi

Pengertian saham adalah bentuk kertas yang menjadi tanda bukti penyertaan kepemilikan modal atau dana pada suatu perusahaan yang tercantum di dalamnya nilai nominal yang jelas, nama perusahaan, dan hak-kewajiban yang jelas pada setiap pemegang sahamnya.

Martalena dan Maya Malinda

Pengertian saham adalah salah satu bentuk instrumen dari pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham bisa menjadi pilihan perusahaan untuk memutuskan pendanaan perusahaan apa yang digunakan . Kemudian saham menjadi instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena dapat memberikan tingkat keuntungan yang baik.

Taufik Hidayat

Pengertian saham adalah sebuah tanda penyertaan, andil atau kepemilikan seseorang atau lembaga tertentu atas suatu perusahaan. Pemilik saham kemudian disebut sebagai pemegang saham dan kepemilikan saham akan berakhir jika investor tersebut menjual sahamnya kepada investor lain.

Istijanto Oei

Menurut Istijanto Oei, pengertian saham adalah bentuk surat berharga yang menjadi tanda kepemilikan seseorang atau badan terhadap perusahaan tertentu. Saham akhirnya membuat investor harus membelinya agar dapat memiliki perusahaan tertentu.

Keuntungan memiliki Saham

Mendapatkan dividen

Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh Dewan Direksi perusahaan dan disetujui di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Capital Gain

Capital Gain adalah keuntungan ketika investor menjual saham dengan harga yang lebih tinggi dari harga belinya. Saham merupakan aset yang likuid, jadi mudah untuk diperjualbelikan (via Bursa)

Risiko memiliki Saham

Tidak Mendapatkan Dividen

Umumnya perusahaan membagi dividen ketika perusahaan menunjukkan kinerja yang baik. Namun ketika perusahaan mengalami penurunan kinerja atau merugi maka perusahaan tidak dapat membagikan dividen. 

Capital Loss

Capital Loss merupakan kebalikan Capital Gain. Hal ini terjadi jika kita menjual saham yang kita miliki lebih rendah dari harga beli.

Risiko Likuidasi

Jika Emiten bangkrut atau dilikuidasi, para pemegang saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban Emiten dibayarkan. Kemungkinan terburuknya adalah jika tidak lagi aktiva yang tersisa, maka pemegang saham tidak akan memperoleh apa-apa.

Saham di-delisting dari Bursa Efek

Karena beberapa alasan tertentu, saham dapat dihapus pencatatannya dari Bursa (delisting) sehingga pada akhirnya saham tersebut tidak dapat diperdagangkan (menjadi tidak likuid).

Membeli Saham

Investor dapat membeli saham suatu Emiten di Pasar Modal, melalui 2 cara:

Membeli di Pasar Perdana, yaitu pada saat saham ditawarkan pertama kalinya kepada msayarakat/investor (yang lazim disebut Penawaran Umum Saham Perdana atau IPO atau go public).

Membeli di Pasar Sekunder, yaitu membeli saham yang dimiliki investor lainnya melalui Perusahaan Efek (broker) yang menjadi Anggota Bursa (AB). Hanya Perusahaan Efek yang menjadi Anggota Bursa (AB) yang dapat melakukan jual-beli saham melalui sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia (Jakarta Automated Trading System/JATS).

Bagaimana Investor dapat membeli Saham melalui Perusahaan Efek ?

Investor dapat membeli Saham melalui Perusahaan Efek dengan cara membuka Rekening pada Perusahaan Efek dengan persyaratan secara umum sebegai berikut:

Mengisi formulir dan menyerahkan foto copy KTP yang berlaku.

Mengisi formulir yang telah disediakan oleh pihak Perusahaan Efek dan mengisi formulir Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Client Principle). Ketentuan tersebut termasuk menyampaikan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Membuka rekening di Bank sesuai ketentuan Perusahaan Efek bersangkutan dan menyimpan sejumlah uang sebagai deposit awal.

Masing-masing Perusahaan Efek (broker) memiliki ketentuan minimal uang deposit berbeda-beda. (rata-rata sekitar Rp. 5 Juta atau lebih)

Setelah disetujui, investor sudah siap bertransaksi.

Apa itu AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas)?

Pada tanggal 18 Juni 2009, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meluncurkan fasilitas AKSes yang memungkinkan para investor pasar modal Indonesia untuk memonitor data posisi kepemilikan Efek dan/atau dana melalui jaringan internet. 

Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan keterbukaan informasi kepada nasabah sehingga nasabah dapat terlibat langsung dengan memonitor catatan kekayaannya.

Jenis-Jenis Saham

Jenis-jenis saham dibedakan menjadi dua, yaitu berdasarkan kemampuan dan kinerja. Berikut ini rinciannya:

Jenis Saham Berdasarkan Kemampuannya

Apabila diperhatikan berdasarkan segi kemampuan dalam hak tagih dan juga klaimnya, maka saham bisa dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu:

1. Saham Biasa

Pengertian saham biasa atau common stocks adalah suatu saham yang bisa diklaim berdasarkan dari keuntungan dan kerugian yang ada pada suatu perusahaan. Apabila prosedur likuidasi dilakukan, maka para pemegang saham biasa akan memiliki prioritas terakhir dalam hal pembagian dividen dari penjualan aset suatu perusahaan. Dalam suatu saham biasa, maka para pemegang saham memiliki kewajiban yang sifatnya terbatas. Artinya, saat perusahaan yang didanainya tersebut dinyatakan bangkrut, maka nilai kerugian yang ditanggung oleh para pemegang saham adalah sebesar nilai modal yang sudah disetorkannya. Berikut ini adalah ciri-ciri dari saham biasa, yaitu:

a. Setiap pemegang saham mempunyai hak suara yang sama dalam hal memilih dewan komisaris.

b. Setiap hak pemegang saham akan diprioritaskan saat perusahaan akan mengeluarkan saham baru.

c. Setiap pemegang saham memiliki tanggung jawab yang sifatnya terbatas, yakin sebesar nilai saham yang sudah disetorkannya.

2. Saham Preferen (Preferred Stock)

Pengertian saham preferen atau preferred stock suatu saham yang mana nilai pembagian labanya tergolong tetap, dan saat perusahaan menderita kerugian, maka para pemegang saham preferen tersebut akan diberikan prioritas utama dalam hal pembagian hasil penjualan aset perusahaan. Saham preferen ini mungkin akan terlihat sama dengan obligasi, yang mana adanya klaim terhadap laba serta aktiva sebelumnya, dividen yang tetap selama saham masih berlaku, mempunyai hak tebus, dan juga bisa ditukarkan dengan saham yang biasa. Berikut ini adalah ciri-ciri dari saham preferen, yaitu:

a. Memiliki beberapa tingkatan yang bisa diterbitkan dengan bentuk karakteristik yang juga berbeda.

b. Adanya tagihan atas suatu pendapatan dan aktiva, serta memiliki prioritas yang tinggi dalam hal pembagian nilai dividen.

c. Saham preferen juga bisa ditukarkan dengan saham biasanya dengan adanya kesepakatan yang terjalin antara perusahaan dengan pemilik saham.

Jenis Saham Berdasarkan Kinerjanya

Saham juga bisa dibagi berdasarkan kinerja atau performa dari perusahaan, yaitu:

1. Blue Chip Stocks

Pengertian saham blue chip atau blue chip stocks adalah suatu perusahaan besar yang sudah dipercaya di kalangan para pebisnis lain. Saham ini cenderung memiliki harga perlembar yang lebih tinggi namun nilainya lebih stabil

2. Income Stocks

Pengertian saham pendapatan atau Income stocks adalah jenis saham yang mampu memberikan dividen yang besar, namun tetap diiringi dengan risiko yang besar juga. Sehingga, diperlukan strategi yang ampuh dalam mengelola jenis saham ini.

3. Growth Stocks

Pengertian saham berkembang atau growth stocks adalah saham yang mempunyai tingkat perkembangan yang lebih cepat daripada jenis sahal lain yang sama di bidangnya. Dalam kurun waktu satu hari, jenis saham ini bisa meningkat atau menurun beberapa kali.

4. Speculative Stocks

Pengertian saham spekulatif atau speculative stocks adalah jenis saham yang biasa atau sering diperjualbelikan di bursa efek karena didalamnya terkandung potensi dividen yang besar di masa depan.

5. Cyclical Stocks

Pengertian saham cyclical atau cyclical stocks adalah jenis saham yang sangat rentan terkena tren ekonomi. Saham ini bersifat fluktuatif, dan fluktuasi di dalamnya tergolong sangat cepat. 

6.  Emerging Growth Stock

Jenis saham ini adalah jenis saham yang berasal dari perusahaan kecil, namun lebih tahan banting, karena cenderung tidak terpengaruh dengan kondisi ekonomi yang naik turun, terlebih lagi dengan adanya resesi.

7. Defensive Stocks

Defensive stocks adalah jenis saham yang tidak terpengaruh dengan adanya kondisi resesi. Umumnya, saham ini berasal dari perusahaan yang bergerak pada industri harian manusia yang daya belinya cenderung stabil di setiap harinya.

Cara Membeli Saham

cara-beli-saham

Dikutip dari laman Yuknabungsaham, cara membeli saham adalah investor harus menyiapkan dana sesuai harga saham dan membayar biaya transaksi untuk perusahaan sekuritas (fee broker). Sedangkan untuk penjualan saham, total dana yang didapat investor adalah nilai sesuai harga jual saham dikurangi biaya transaksi dan PPh. Biaya transaksi tersebut berbeda-beda di setiap perusahaan sekuritas, tetapi umumnya 0,2—0,3 persen dari nilai transaksi pembelian saham (termasuk PPN) dan ditambah PPh 0,1 persen khusus untuk transaksi penjualan saham. Meski dihitung per lembar, cara beli saham juga tak bisa dilakukan dengan pembelian per lembar, tetapi harus dilakukan dalam 1 lot. Menurut aturan BEI, 1 lot setara dengan 100 lembar saham.

Cara Trading Saham Bagi Pemula

Berikut cara trading saham bagi trader pemula:

1. Mempelajari saham

Mempelajari jenis-jenis, risiko, dan keuntungan saham adalah hal yang paling pertama dan utama sebelum masuk ke dalam cara trading saham. Kalian harus mengetahui terlebih dahulu tentang singkatan-singkatan dalam saham juga. 

2. Memilih perusahaan sekuritas

Sebelum melakukan trading saham, kalian harus memilih perusahaan sekuritas atau yang sering disebut sebagai broker saham untuk perantara jual beli saham. Kalian harus memilih perusahaan sekuritas yang menyediakan trading saham dan juga yang memiliki persentase harga yang rendah.

Baca juga: Aplikasi Saham Terbaik

3. Membuka rekening efek

Setelah memilih perusahaan sekurita, kalian dapat membuka rekening efek dengan cara mengisi formulir secara online di perusahaan sekuritas atau datang langsung ke cabangnya.

4. Memilih periode trading saham

Cara trading saham selanjutnya adalah kalian memilih periode trading saham. Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal kalian bisa memilih trading saham jangka pendek, akan tetapi risiko kerugiannya juga cukup besar.

5. Menentukan indeks saham yang tepat

Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki 22 jenis indeks saham yang berbeda. Kalian perlu memilih jenis indeks saham yang bisa digunakan untuk trading dan juga yang memiliki kualitas terbaik seperti IDX30 yang berisi 30 saham dengan kualitas tinggi dan juga dimiliki oleh perusahaan profesional.

6. Pelajari aplikasi online trading

Cara trading saham selanjutnya adalah kalian harus mempelajari fitur-fitur di aplikasi trading saham yang akan kalian gunakan. Kalian harus mengerti apa itu analysis, stock screener, top stock, atau berbagai istilah lainnya dalam trading saham.

7. Mulai dengan modal kecil

Memang trading saham itu akan lebih menguntungkan apabila menginvestasikan dengan modal besar. Namun, untuk kalian yang pemula dan baru coba-coba trading saham lebih baik mulai dengan modal yang kecil, agar saat terjadi kerugian, modal kalian tidak habis besar. Hal ini juga meminimalisir kesalahan dalam cara trading saham. 

8. Membeli saham saat harga rendah

Kalian bisa mencoba untuk membeli saham di harga yang rendah atau saat menyentuh titik support. Namun, saham yang rendah bukan berarti saham yang buruk, bisa jadi hari ini kalian membelinya dengan harga rendah, besok harga saham tersebut sudah naik dan kalian bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai saham tersebut.

9. Lakukan analisis saham

Langkah selanjutnya adalah kalian harus melakukan analisis saham, memahami indikator atau segala hal tentang trading saham. Sehingga, ketika kalian sudah bisa menganalisis saham dengan benar, kalian juga bisa memiliki strategi yang tepat kapan membeli atau menjual saham.

10. Rutin melihat perkembangan saham

Cara trading saham yang terakhir adalah kalian wajib rutin dan aktif melihat perkembangan saham di bursa efek, karena ini lah yang membedakan trading dan investasi saham. Dengan rutin melihat perkembangan saham, kalian bisa menemukan saham yang dijual dengan harga rendah.

Istilah Dalam Saham Yang perlu Diketahui Trader Pemula

1. Akuisisi

Akuisisi adalah proses pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh perusahaan lain dengan cara membeli sebagian besar sahamnya.

2. Annual Report

Annual report artinya adalah laporan tahunan perusahaan yang berisi rangkuman segala aktivitas perusahaan dalam periode satu tahun,  termasuk didalamnya memuat laporan keuangan, prestasi dan pencapaian perusahaan, hingga rencana masa depan bisnis.

3. ARA

ARA adalah singkatan dari Auto Rejection Atas yang merujuk pada batas maksimum kenaikan harga saham dalam satu hari. Apabila saham naik signifikan hingga menyentuh batas atas kenaikan harga saham yang ditetapkan oleh bursa, maka ia akan terkena ARA yang menyebabkan segala transaksi jual beli saham pending pada hari itu ditolak secara otomatis oleh sistem bursa.

4. ARB

ARB atau Auto Rejection Bawah adalah kebalikan dari ARA yang artinya batasan maksimal penurunan harga saham dalam satu hari.

5. Average Down

Average down adalah strategi dalam investasi saham dimana investor kembali melakukan pembelian saham ketika harga saham sedang turun untuk mendapatkan harga rata-rata pembelian saham yang lebih murah. 

Strategi averaging down biasanya dilakukan investor ketika percaya bahwa harga saham akan segera berbalik arah menuju profit dalam waktu dekat.

6. Average Up

Average up merupakan strategi dalam investasi saham dimana investor melakukan pembelian saham secara bertahap di harga yang lebih tinggi dari harga pembelian sebelumnya untuk menambah jumlah lot saham yang dimiliki.

Strategi averaging up dilakukan investor ketika percaya bahwa saham sedang dalam tren penguatan.

7. Bandar

Bandar merupakan istilah gaul dalam saham yang merujuk pada pihak yang memiliki modal besar dan berpeluang menggerakkan harga saham di pasar modal. 

Istilah bandar sendiri lebih umum ditujukan pada suatu institusi seperti perusahaan sekuritas dan manajer investasi daripada kelompok investor atau individu, sekalipun keduanya tetap memiliki kemungkinan untuk menggerakkan harga saham. 

8. Bearish

Bearish adalah istilah dalam saham yang digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar saham yang sedang mengalami tren turun atau melemah.

9. Bullish

Kebalikan dari bearish, bullish adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan kondisi pasar saham yang sedang dalam tren naik atau menguat.

10. Breakout

Istilah breakout erat kaitannya dengan analisis teknikal saham. Istilah ini merujuk pada kondisi dimana harga saham berhasil melewati area support atau resistance. 

Dalam analisis teknikal, momen breakout kerap dijadikan sebagai saat yang tepat untuk melakukan pembelian atau penjualan saham.

11. Bursa Efek

Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana, untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek (saham, obligasi, dll) dari pihak-pihak yang ingin memperdagangkan Efek tersebut. 

Contoh, BEI, NASDAQ, NYSE, SGX, dan LSE.

12. Buy Back

Buy Back artinya pembelian kembali saham yang beredar di publik (masyarakat) oleh perusahaan yang menerbitkan saham tersebut

13. Capital gain

Capital gain adalah keuntungan investasi saham yang diperoleh investor ketika menjual saham di atas harga pembelian.

14. Capital loss

Capital loss adalah kerugian yang diderita investor saham ketika menjual saham di harga yang lebih rendah daripada harga pembelian.

15. Cut loss

Cut loss adalah strategi untuk meminimalisir kerugian dalam investasi saham dengan cara menjual saham yang sedang mengalami penurunan dengan segera sebelum harganya terus merosot.

16. Fraksi Harga

Perubahan minimun pada harga saham. Di bursa terdapat lima kelompok fraksi harga yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia. Pelajari tentang Fraksi Harga Saham disini.

17. Dividen

Dividen adalah bagian laba perusahaan pada suatu periode yang ditetapkan oleh direksi untuk dibagikan kepada pemegang saham. Dividen biasanya dibagikan secara rutin 1-2 kali dalam setahun, baik dalam bentuk uang tunai maupun bonus saham.

18. Dividend Payout Ratio

Dividend Payout Ratio merupakan salah satu istilah dalam saham yang digunakan untuk menunjukkan perbandingan antara total dividen yang dibayar kepada pemegang saham terhadap total laba bersih perusahaan, dan biasanya ditampilkan dalam bentuk persentase.   

19. Dividend Yield

Dividend Yield adalah rasio yang mengukur tingkat keuntungan yang diberikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam periode satu tahun. Dividend Yield diperoleh dengan cara membagi dividen tahunan per saham dengan harga saham saat ini.

20. EPS

EPS adalah singkatan dari Earning Per Share atau laba per saham. Ini adalah rasio keuangan yang mengukur tingkat keuntungan yang diperoleh investor dari setiap lembar saham yang dipegang. EPS diperoleh dari membagi laba bersih perusahaan dengan total jumlah saham beredar dimana hasilnya biasa disajikan dalam bentuk persentase.

21. Efek bersifat ekuitas

Efek bersifat ekuitas maksudnya adalah jenis efek atau surat berharga di pasar keuangan yang merepresentasikan penyertaan modal (ekuitas) investor. Contohnya, instrumen saham.

22. Emiten

Emiten adalah sebutan untuk perusahaan yang menerbitkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

23. Saham Gorengan

Saham gorengan adalah saham yang tidak memiliki fundamental bagus, harganya dapat direkayasa oleh pihak tertentu karena memiliki kapitalisasi pasar yang kecil sehingga pergerakan harganya sangat volatil.

Pemula wajib mengenali saham gorengan karena terlalu berisiko bagi investor newbie.

24. Go Public

Go Public adalah kegiatan penawaran umum saham atau efek lain (obligasi) perusahaan kepada publik (masyarakat) yang dilakukan melalui Bursa Efek.

25. Go Private

Go Private adalah istilah dalam dunia saham yang dipakai untuk merujuk pada perusahaan terbuka yang ingin merubah statusnya menjadi perusahaan tertutup dengan cara membeli semua saham yang beredar di masyarakat.

26. Growth Stock

Growth stock merujuk pada saham-saham dari perusahaan tertentu yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan di atas rata-rata. Saham yang masuk kategori ‘growth stock’ sering diincar investor sekalipun harga sahamnya dijual lebih tinggi dari nilai perusahaan.

27. HAKA

Haka atau Hajar Kanan merupakan bahasa gaul dalam saham yang merujuk pada aktivitas membeli saham di harga penawaran (offer) tertingginya sehingga investor dapat memiliki saham dengan segera tanpa perlu mengantre.

28. HAKI

HAKI atau Hajar Kiri adalah istilah dalam saham yang merujuk pada aktivitas menjual saham di harga permintaan (bid) paling rendah agar saham tersebut bisa segera terjual tanpa perlu mengantri.

 29. Halting

Halting adalah penghentian perdagangan saham sementara di Bursa Efek yang disebabkan oleh kenaikan/penurunan harga saham yang tidak wajar tanpa didukung adanya informasi yang relevan.

30. HMETD

HMETD adalah singkatan dari Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Ini merupakan hak yang melekat pada saham yang memungkinkan pemegang saham untuk membeli efek baru yang diterbitkan oleh perusahaan, contohnya saham, sebelum ditawarkan kepada pihak lain.

 31. IHSG

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan adalah indeks yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan BEI. Tujuannya untuk memantau bagaimana kinerja pasar saham di Indonesia secara keseluruhan.

32. IPO

IPO atau Initial Public Offering adalah istilah dalam saham yang merujuk pada perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).

33. JATS

JATS adalah singkatan dari Jakarta Automated Trading System, yaitu sebuah sistem perdagangan Efek yang sudah terkomputerisasi yang diterapkan di BEI untuk memudahkan proses transaksi jual beli saham secara otomatis.

34. Kapitalisasi pasar

Kapitalisasi pasar (market cap) atau biasa juga disebut kapitalisasi saham adalah nilai pasar keseluruhan dari sebuah perusahaan/emiten. Nilai kapitalisasi pasar diperoleh dengan cara mengalikan harga saham emiten saat ini dengan total jumlah saham beredar.

35. Kustodian

Kustodian adalah lembaga keuangan yang menyimpan dan menjamin aset investasi nasabah di pasar modal dengan aman untuk meminimalisir risiko penyalahgunaan, pencurian, dan kehilangan aset.

36. Listing dan delisting

Listing adalah proses pencatatan saham perusahaan di Bursa Efek sehingga bisa mulai diperdagangkan investor. Sedangkan, delisting artinya penghapusan emiten di Bursa Efek sehingga sahamnya tidak bisa lagi diperdagangkan di pasar modal.

37. Lot

Lot merupakan satuan yang digunakan dalam investasi saham, dimana satu lot berarti 100 lembar saham.

38. Manajer Investasi

Manajer investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio Efek atau portofolio investasi kolektif (reksadana) nasabah dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan bagi para nasabah.

39. Perusahaan sekuritas

Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang telah mendapat izin resmi dari OJK untuk menjalankan kegiatan usaha di pasar modal sebagai perantara pedagang efek, penjamin emisi efek, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pengawas pasar modal. 

40. RUPS

RUPS merupakan singkatan dari Rapat Umum Pemegang Saham. Ini adalah rapat yang diadakan oleh emiten secara berkala dengan para pemegang saham untuk membicarakan berbagai hal, khususnya tentang kebijakan yang akan diambil emiten di masa depan. 

41. Saham blue chip

Saham blue chip adalah istilah dalam saham yang merujuk pada kelompok saham dari emiten tertentu yang dinilai berfundamental kuat, memiliki kinerja keuangan yang baik, kapitalisasi pasar besar, rutin membagikan dividen, hingga merupakan pemimpin pasar (market leader) di industrinya. 

Saham blue chip juga biasa disebut sebagai saham lapis satu.

42. Saham middle cap

Saham middle cap atau biasa juga disebut saham lapis dua adalah saham-saham yang memiliki performa baik dan cukup likuid, namun dari segi kapitalisasi pasar masih kalah dengan kelompok saham blue chip. Selain itu, harga saham middle cap juga biasanya lebih murah daripada saham blue chip.

43. Saham small cap

Saham small cap adalah saham lapis tiga, yaitu saham yang memiliki kapitalisasi pasar rendah sehingga mudah dimanipulasi dan menyebabkan pergerakan harga saham yang sangat fluktuatif. Saham-saham yang masuk kategori ini biasa disebut dengan istilah saham gorengan.

44. Stock split

Stock split adalah pemecahan harga saham dalam rasio tertentu, sehingga meningkatkan jumlah saham beredar dan menyebabkan harga saham per lembar menjadi turun. Stock split merupakan salah satu aksi korporasi yang biasanya diambil ketika harga saham di pasar sudah mencapai titik tertinggi. 

45. Suspend

Suspend atau suspensi merupakan penghentian sementara perdagangan suatu saham di bursa efek yang dapat disebabkan oleh berbagai hal meliputi adanya pelanggaran yang dilakukan oleh emiten, terjadi kenaikan/penurunan harga saham yang tidak wajar, hingga karena ada permintaan dari emiten saham itu sendiri. 

Nah, itulah Apa Itu Saham? Pengertian Saham, Contoh Saham Dan Cara Investasi Saham Bagi Pemula yang wajib kalian ketahui sebagai trader pemula. Perlu diingat trading saham memang memiliki keuntungan yang besar, tetapi juga ada risiko besar yang harus kalian hadapi.

Posting Komentar untuk "Apa Itu Saham? Pengertian Saham, Contoh Saham Dan Cara Investasi Saham Bagi pemula"

close